Experience Makes You Expert

twins

Mengapa menulis?
Dengan menulis, orang bisa menciptakan sejarah mengenai dirinya sendiri.
Dokumen tentang kehidupan didokumentasikan lewat tulisan.
Seandainya zaman dulu banyak pahlawan yang mau menuliskan kejadian sebelum kemerdekaan, pasti banyak pahlawan yang masih diingat namanya, hingga saat ini.

Mmm.. mengapa menulis?
Untuk berbagi kepada anak cucu kita nanti ketika kita sudah mulai lupa bagaimana kehidupan kita di masa muda, atau yaa... di masa sebelum tua.
Mengevaluasi tulisan kita, mempermalukan diri sendiri, untuk tersenyum, untuk bersedih, untuk mengenang, dan memang tulisan pada hakikatnya untuk dikenang.

Hai World! Setidaknya dua paragraf di atas adalah intisari waktu aku mengikuti Seminar Nasional tentang kepenulisan beberapa minggu yang lalu,
Yap, J-Fest mempertemukan aku dengan Bang Alitt Susanto (@shitlicious) lagi, setelah dulunya di tahun 2012 aku pernah ketemu Bang Alitt di PsychoComedy.
Bang Alitt, a blogger, a young writerpreneur, and a writer-motivator for me.
______________________________________

Mengapa memotret?
Seperti yang udah pernah aku bilang, foto adalah media yang bisa mengungkapkan tanpa menjelaskan.
Foto adalah seni.
Foto memberi kesan yang memorable, sama seperti tulisan, foto juga untuk dikenang.

Foto seni, gimana sih?
Di J-Fest, aku belajar tentang street-photography. Ada point of interest, speed, dan sebagainya.
Di mata kuliah Dasar-dasar broadcasting, aku belajar beberapa hal.
Ini yang aku inget nih ya, ini serius nggak nyontek catetan loh.
Jadi, kalau buat foto longshot, harus memperhatikan tiga hal:
1. Foreground, background
2. Diagonal depth
3. Intersection of third / Rule of third ( Point of Interest)
Kalau buat foto close-up, juga harus memperhatikan tiga hal:
1. Rooming: nose room, head room
2. Backlight
3. Golden Mean Area (GMA)

Nggak afdol ya kalau cuma tau teori tanpa praktek, so this is it..

Close up.  GMA dapet. Backlight dapet. Bokeh kurang.

Close up. GMA dapet. Nose room dapet. Backlight kurang. Bokeh.

Close up. GMA dapet. Nose room dapet. Backlight dapet. PoI dapet. Bokeh.
Bokeh? Cyls, bokeh itu apa sih?
Jadi sepemahaman aku nih ya, foto bokeh itu dimana objek utama terlihat jelas dan background blur.
Teorinya, kamera dan objek berada di jarak yang cukup dekat, dan background berada di jarak yang cukup jauh dari objek.
Pakai manual atau kalau di kamera aku nih, Fujifilm FinePIX HS30 EXR, pakai Adv. set ke Pro Focus Mode, mainkan zoom dan focus, jepret and see what you've captured!

---

Mengapa mengabdi?
Ya, anak muda yang bijak selalu mempertanyakan "Apa yang sudah aku beri untuk negeri ini?" bukan "Apa yang sudah negeri berikan padaku?"
Sekali seumur hidup, berbagi ilmu pada orang adalah hal yang sangat mulia.
Kalau negeri ini nantinya hancur, setidaknya bukan akulah yang menggerogotinya.

Satu paragraf yang mungkin sulit dipahami, jarang banget anak muda yang mau sadar yang mau memberikan inspirasi kepada anak muda lainnya, penerus bangsa utamanya.
Pikiran ini muncul ketika Sabtu kemarin tanggal 2 November 2013 aku Briefing KelasInspirasiMalang di Universitas Gajayana.
Kelas Inspirasi Malang adalah sebuah kegiatan sosial yang mengabdi pada anak-anak SD, berbagi ilmu sesuai dengan profesi, mengajar lebih tepatnya.
Apakah aku mengajar? No.
Aku mendaftar sebagai fotografer, baru dibriefing aja aku sudah terinspirasi. Gimana nantinya kalau sudah hari-H?
Kelas Inspirasi ini punya jargon, "Sehari mengajar, selamanya menginspirasi".
Yah, semoga pada hari H, 11.11, aku benar-benar menginspirasi meskipun hanya lewat foto, dan semoga terinspirasi, dari mereka-mereka yang masih duduk di sekolah dasar.
______________________________________

Mengapa harus berpengalaman?
Seperti kata Sidu, "Pengalaman adalah guru terbaik."
Pengalaman yang menuntun kita untuk bertingkah laku di kehidupan selanjutnya, di kegiatan yang mungkin sama, di situasi yang mungkin berbeda.
Pengalaman yang membuat kita lebih unggul dibanding orang yang tidak berpengalaman.
Pengalaman, yang membuat kita mengerti banyak hal, yang mungkin tidak bisa dipelajari untuk kedua kali, tidak bisa diulangi.

Iya, pengalaman. Jadi ceritanya aku tadi habis menjalani interview di sebuah radio swasta di Malang.
Rangkaian interview bikin aku sadar kalau pengalaman begitu penting. I'm nothing if compared with the others which has more experience.
Dalam interview itu, aku juga membuat pengalaman baru: pengalaman interview.
Ya, setidaknya jika hasilnya negatif, pengalaman-pengalaman dan pengetahuan yang aku dapatkan dari beberapa jam tadi bikin hasilnya nggak mutlak negatif.
Eng, ngerti gak sih aku ngomong apa? -___-

Pengalaman itu bisa datang sendiri bisa juga dicari.
Aku yang akhir-akhir ini cari pengalaman, ikutan lomba foto sana sini, ikutan event ini itu, ngasih CV kesana-sini, nggak lain nggak bukan adalah untuk sekedar cari-cari pengalaman.

Dan dengan hadirnya postingan ini, membuktikan bahwa dari beberapa minggu terakhir, aku bisa berbagi pengalaman.
Sedikit memang, tapi setidaknya bisa didokumentasikan. Bisa dibaca ulang kalau lagi nganggur. Bisa buat.... bahan renungan.

That's all!
Sekian dulu, dan..
SELAMAT TAHUN BARU 1435 H

Semoga di tahun 1435 H, aku bisa menjadi aku yang jauh lebih baik dan lebih berpengalaman di bidang yang aku tekuni.
Because, trust me, Experience makes you expert.

No comments:

Post a Comment