Quarter Life Crisis.

23rd birthday


Mungkin aku, sebayaku, atau orang-orang di sekitarku sedang merasakan.
Teruntuk kalian yang juga merasakan, you’re not alone.
Ini aku barusan baca tentang Quater life crisis, norak sih ya baru tau. Tapi nggak apa telat tau daripada nggak tau sama sekali, ya nggak?

Pendidikan, cinta, dan karir. Itu sih yang lagi santer.
Pendidikan, yap Alhamdulillah baru aja selesai S1. Tapi itu belum selesai, yang harus dipelajari di pascakuliah, meskipun nggak di lembaga formal, itu lebih sulit lagi. Kadang harus tanpa guru. Tapi ya harus belajar. Learning by doing, learn everything from everything, every single day.
Cinta, basi. Mungkin ada saatnya di usia-usia segini kita (aku pribadi sih) lebih pasrah. Mungkin ada baiknya untuk tidak diperjuangkan dulu, di samping terus berdoa agar diberi teman hidup yang terbaik.
Karir, yaini. Ini nih yang lagi diperjuangkan. Bicaranya sekarang udah soal uang. Sambil bekerja, sambil berkarya, sambil belajar.

Terdesak dan didesak itu pasti. Iya itu namanya krisis di kehidupan usia-usia segini.
Buat aku, aku nggak papa jalan pelan-pelan asal harus sampai tujuan.
Aku nggak papa telat melangkah, tapi aku pastikan langkahku nggak pernah mundur.
Selamat mengalami bagi yang mengalami!
Mari berjuang, untuk diri sendiri dan mungkin orang lain.

Quarter adalah seprapat; kurang lebih 25. Life adalah hidup. Crisis adalah ya itulah, kurang lebih keresahan yang terjadi di masyarakat yang usianya kurang lebih 25.

I’m not a good story teller but this a.. mmmm.. a little story from what “23rd 23″ feels like. Am I right?

❣❣❣

Malang, 28 April 2017. 20.11. Has been posted at Tumblr before.

No comments:

Post a Comment