Yuk Itung-itungan Biaya Maintenance Apartemen!

biaya maintencance apartemen

October, 20 2017
Bertambahnya penduduk di Jakarta dan minimnya lahan pembangunan membuat harga tanah dan rumah semakin meningkat setiap tahunnya. Karena harga tanah yang terus melambung, nggak sedikit penduduk Jakarta lebih memilih tinggal di apartemen. Tinggal di “rumah bertumpuk” merupakan pilihan yang harus dipertimbangkan saat ini. Dengan harga pembelian awal lebih murah, apartemen umumnya terletak di lokasi strategis dan memiliki akses mudah ke kawasan perkantoran ataupun pusat kota. Hal ini tentunya menjadi pertimbangan tersendiri khususnya soal efisiensi waktu.

Selain harga lebih murah dan faktor efisiensi waktu, kelebihan lain tingal di apartemen adalah adanya fasilitas yang jauh lebih lengkap dibandingkan dengan rumah tapak. Akan tetapi, di balik semua kenyamanan itu, nggak sedikit juga biaya yang harus kamu keluarkan. Hal ini dikarenakan apartemen dikelola oleh badan profesional yang bertugas untuk mempertahankan kenyamanan dan kelancaran operasional atau disebut sebagai badan pengelola. Nah, untuk menjaga kenyamanan lingkungan, tentunya perlu ada biaya-biaya yang dikeluarkan.

Apa saja sih biaya maintenance apartemen yang harus kamu keluarkan tiap bulan? Yuk itung-itungan!

1. Biaya IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan)
Biaya Iuran Pengelola Lingkungan (IPL) meliputi fasilitas bersama seperti jogging track, kolam renang, dan lainnya. Selain itu, biaya karyawan atau profesional yang bertugas untuk menjaga kenyamanan lingkungan juga akan dibebakan kepada kamu sebagai pemilik unit apartemen. Besar biaya yang harus dikeluarkan setiap apartemen akan berbeda tergantung ketentuan dari Perhimpunan Penghuni Pemilik Satuan Rumah Susun (P3SRS). Jadi pastikan kamu mengecek harga IPL sebelum melakukan pembelian apartemen.

2. Sinking Fund
Next, ada sinking fund. Hampir sama kayak IPL, sinking fund juga berfungsi untuk menjaga fasilitas bersama yang dipakai oleh seluruh penghuni apartemen. Bedanya, biaya ini biasanya dibatasi dengan fasilitas-fasilitas khusus, seperti lift dan genset. Selain itu, sinking fund umumnya akan semakin besar seiring dengan bertambahnya umur apartemen yang kamu tempati.

3. Biaya Air dan Listrik
Biaya maintenance apartemen selanjutnya adalah biaya listrik dan air. Biaya air dan listrik yang perlu kamu keluarkan di apartemen biasanya jauh lebih mahal dibandingkan dengan rumah pada umumnya. Kalau biasanya penggunaan listrik satu rumah cuma Rp 500.000 per bulan, apartemen kelas menengah biasanya memakan biaya antara Rp 500.000-Rp 1.000.000 per bulan tergantung dengan penggunaan alat elektronik.

4. Biaya Parkir
Rumah biasanya punya parking lot gratis. Nah kalau apartemen, ada ketetapan biaya parkir yang harus kamu bayar tiap bulan. Nggak cuma itu, kamu juga kadang perlu ‘berebut’ parking lot sama penghuni lain kalau lahan parkir yang tersedia kurang memadai.

Biaya maintenance apartemen kalau dipikir-pikir emang lebih mahal dibandingkan rumah. Therefore, sebelum kamu beli apartemen, pertimbangkan dulu biaya maintenance apartemen yang bakal kamu keluarkan tiap bulan yah!

No comments:

Post a Comment