Kata Orang Durian Itu Enak, Padahal...

buah durian

Nggak enak!
Hehe sampai bold dan large banget ya saya nulisnya. Yap, durian itu nggak enak. At least, menurut saya sendiri. Btw itu the one and only photo, aslinya potrait tapi kalau di blog ini saya bikin landscape jadilah miring. Maafin. Alkisah pada hari Minggu, 12 November 2017 saya berkelana ke kota seberang demi durian dan rambutan—kata Ibu saya. Saya sih nggak ngerti kenapa saya ngikut, mungkin karena cenggur aja sih di rumah.

Saya pergi ke sebuah kota yang bilamana start dari Malang menuju selatan, pasti akan melewati pemandangan seperti ini:

bendungan karangkates

Pasti tahu kan saya ke mana? He em.

Nggak banyak yang saya lakukan atas libur sebentar ini, sebab saya harus balik Malang sore hari dan balik ke tanah rantau di malam harinya. Yang mau saya highlight adalah ini kali pertama saya cobain makan buah durian langsung. Kalau sebelumnya saya pernah cobain permen rasa durian dan biskuit rasa durian, kali ini saya beneran serius sungguh udah pernah nyobain buah durian. Yihaa, sebuah achievement yang nggak layak ditepuktanganin sebenernya. Tapi ya, saya bangga aja. Temen saya pernah bilang, "YOLO, kamu bilang nggak suka durian karena belum cobain. Cobainlah"

Ragu-ragu saya mengambil, namun willy nilly saya ecupkan buah durian di dalam mulut. Eum. Kata Ibu, "Pelan-pelan, nanti lama-lama lak enak". Okay, pelan, pelan, pelan, dan pelan. Fix. Saya masih nggak nemu di mana nikmatnya durian. Mungkin saya udah dikutuk kali ya buat nggak setuju sama mayoritas orang yang bilang kalau durian itu enak. Tapi saya nggak worry, karena toh buah ini harganya juga mahal dan saya orangnya gampang ngidam. Bisa bangkrut kalau misal saya suka durian dan dikit-dikit ngidam durian. Hehe excuse.


memetik jambu

Ah ya, nggak cuma durian dan rambutan sih, Ibu saya juga sempet picking jambu air langsung dari pohonnya. Sayang, saya nggak sempet icip rasa jambu airnya karena udah kekenyangan rambutan.

Meskipun cuma sebentar, saya cukup senang karena kepulangan saya Minggu ini berhasil membawa pengalaman baru. Tadinya niatnya mau kunjung ke Malang Tempo Doeloe 2017, tapi karena lebih pengin ke luar kota ya... yaudah. Lagian pas bener, Malang lagi hujan lebat waktu itu, nggak ngebayangin kalau sore itu saya ke Malang Tempo Doeloe. Pasti kehujanan. Kebasahan. Dan bengek yang tak berkesudahan.

Hia sudahlah, sebenernya ini cuma mau tanam backlink kok. Ehe. Tapi jadi cerita pekara durian in the name of soft writing, nggak apa ya, namanya juga usaha. Sebagai outro dari tulisan ini, saya punya pantun jayus nih:

Hari Minggu ragu-ragu makan buah durian
Hai kamu yang juga lagi menunggu, kapan sih kita dipertemukan?

Ea. Kayak ada yang digombalin ae, Cil.

No comments:

Post a Comment