Tentang LINE Square, UC News, Dan Balikan


November, 6 2017
Hai, Kamu. Kali ini saya akan coba bikin tulisan 3 in 1. Saya mau berbagi pengalaman sedikit sekalian bahas tentang LINE Square, UC News, dan balikan. Ini beneran mau review produk digital lho nggak cuma sekedar tulisan buat tanam backlink semata seperti yang biasanya saya lakukan. Jadi mungkin ini adalah satu dari sesedikit tulisan nggenah saya di blog ini. Hehe. Hm, bahas yang mana dulu ya? Urut aja kali ya. 

LINE Square: a strangers with the same interest in a one square
Kalau boleh saya bahasakan pakai bahasa saya sendiri, LINE Square adalah fitur grup yang memungkinkan pengguna LINE buat gabung sesuai dengan minat dan ketertarikannya. Mungkin ini mirip banget sama fitur grup yang dipunya Facebook. Bedanya, hm, apa ya, ini lebih silent kali ya. E nggak tahu ding, saya cuma gabung di beberapa square yang mana jumlah anggotanya udah lumay banyak.

Orang-orang pengguna LINE berhak memilih square mana yang mau digabungi. Produk digital semcam ini, being in a big group discussion with strangers virtually, bener-bener menyatukan orang yang saling nggak kenal tapi pada akhirnya bersatu karena punya ketertarikan yang sama. Bagi saya pribadi  ini bagus sih

LINE Square diiklankan di timeline continuously dengan brand icon Hanggini, yang pada akhirnya membuat saya menjadi korban iklan dan iseng choose & join square. Indonesia's Writer, salah satunya. Saya masih betah berada di square ini sampai sekarang karena isinya nggak ada spam, nggak bolak-balik ada notif, obroalannya jarang, dan antaranggota cukup saling mendukung.

UC News: news aggregator yang mungkin lagi pengin punya kontributor sendiri
Kemudian, dari LINE square Indonesia's Writer itu, saya dapet informasi dari salah satu member tentang being a writer in UC News. Tertariklah saya karena pengemasan informasinya bagus. Saya coba buka link dan diarahkan ke suatu platform yang sebelumnya belum pernah saya buka, UC News. Disuruh bikin akun, saya bikin, kemudian langkah pertama adalah disuruh tulis dan kirim artikel.

Ctrl+T ke daftar artikel yang pernah saya buat, nemu satu artikel yang mungkin nggakpapa-nggakpapa aja kalau terbit dan unpaid. Saya edit sekilas, menyesuaikan, dan upload ke dashboard UC News. Saya nggak ubek-ubek dashboard UC News lebih dalam, karena waktu itu saya masih banyak kerjaan.

Besoknya, saya buka lagi dan dapet semacem congratulations kalau artikel saya berhasil terbit. Lah. Mana terbitnya kemarin juga lagi. Jadi kayak beberapa jam setelah post, kemudian nggak tahu masuk tahap kurasi apa nggak, artikel saya main terbit gitu aja. Rasanya? Yaudah oke sih, saya cukup seneng menjajaki platform semacam ini. Paling nggak saya bisa gaya-gayaan di portfolio berbagi pengalaman lantaran artikel saya bisa terbit di UC News.

Balikan: it's just a gimmick
Nah, artikel milik saya yang diterbitkan UC NEWS adalah tentang balikan. Basi sih emang, tapi yaudahlah ya namanya juga usaha. Soal balikan sebelumnya saya sudah pernah menulis di sini. Artikel tentang balikan yang iseng saya taruh di UC News adalah tentang zona rawan balikan yang bisa kamu baca selengkapnya di sini >> 

Bweh. Panjang dan nggak penting banget tulisan saya ini, as usual. Tapi kalau kamu udah baca sampai di titik ini, saya ucapkan terima kasih karena masih betah baca. Jazakumullah khairan katsiran wa jazakumullah ahsanul jaza, sampai jumpa di tulisan receh saya lainnya ya!

images via rd.com

No comments:

Post a Comment