Ada 3 Hal Ter-Ada-Ada-Aja di 2017. Apa Aja?

rooftop

Counting down to 2018. Detik ini waktu saya nulis ini, kurang lebih 2017 masih sisa 60 jam lagi. Kaleidoskop cerita saya di 2017 mungkin bakal saya tulis di lain post di blog ini nantinya. 2017 selain karena happy akhirnya bisa aktif blog lagi, saya juga punya beberapa cerita nggak penting yang kayaknya oke kalau ditulis di blog dan jadi konsumsi publik. Tapi itu nanti ya, semoga saya bisa memanfaatkan 60 jam ke depan dengan sebaik-baiknya.

Sekarang, saya mau bahas 3 hal ter-ada-ada-aja di 2017 versi saya. 

1. Ada yang ngetren
Banyak hal-hal baru yang ngetren di 2017. Google udah merekapnya di Year in Search (YIS) 2017. As an amateur digital writer, saya beberapa kali dituntut buat bikin artikel berdasarkan apa yang lagi ngetren. Nah dari YIS 2017 yang baru keluar datanya di awal Desember ini, saya cuma sempet bikin artikel tentang resep yang paling sering di-googling di 2017. Lainnya, cuma sekedar angguk-angguk setuju.

Seinget saya yang trending di 2017 itu ada fidget spinner, yang meskipun ngetren saya nggak berkeinginan buat memiliki. Terus ada tren kuliner kayak oleh-oleh artis, jus mangga kekinian, dan lain-lain yang lumayan saya ikutin. Dan lagi, tren nikah di kalangan temen-temen saya. So happy for them. Kerasa banget di 2017 ini udah agak sering dapet undangan kondangan. Temen-temen saya udah pada growing up, sementara saya masih di sini-sini aja, belum ada bayangan soal pernikahan. Hm ckck hm.

2. Ada yang bahaya
Nggak cuma mendadak ketemu mantan aja yang bahaya, tapi 2017 juga melukis banyak kisah bahaya. Wetsee, melukis. Setelah kasus dumolidnya Tora Sudiro, bahayanya nyetir malem yang super drama ala Setya Novanto, sampai dengan akhir tahun ini ditutup dengan bahaya penyakit difteri. Yang baru saya tahu di 2017 ini, ternyata buah juga ada yang bahaya lho. Penting nggak sih info saya ini? :p

3. Ada yang nggak ada
Krik. Di 2017, ada yang baru ketemu sebentar terus tiba-tiba nggak ada. Pfft. Iya iya nggak apa, bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah itu baik kok ya. Hehe. Apaan sih. Mungkin kalimat barusan yang paham cuma saya. Poin ini juga sebenernya diada-adain sih, biar nggak cuma dua poin, gitu.

Bleh. Ngerasa nggak kalau dari tadi sebenernya saya cuma mengada-ada? Wkwk. Nggak apa ya, namanya juga usaha. Udahlah adanya cuma segini dulu. Saya tutup pakai doa ya. Have a blessed years ahead, Kamu.

ps: featured images-nya view dari Rooftop kantor. Nggak ada korelasinya sih, soalnya bingung hare mau pasang foto apa. ^^v

No comments:

Post a Comment