Jadi Sponsor di Google Cloud Summit, Gimana Rasanya?

google cloud summit jakarta 2017

Google Cloud Summit adalah event yang diusung sama Google yang fokus ke cloud platform online. Mereka bilang, "The future of cloud is now". Ini ada biar orang-orang makin melek teknologi kali ya. Btw, kamu pasti udah tahu kan cloud di sini maksudnya apa? Bukan awan di langit yang biru yang kasat mata itu ya, tapi ya cloud computing.

Di sini saya nggak bakal banyak bahas secara teori Google Cloud Summit itu apa, I think you guys bisa cek sendiri tulisan saya di sini kalau pengin tahu lebih rinci tentang Google Cloud Summit. Saya mau cerita tentang pengalaman saya ikutan jadi sponsor alias partner alias exhibitor dari Google Cloud Summit Jakarta 2017 yang diselenggarakan di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, 28 November 2017 kemarin. Karena ini cerita, jadi sarat opini banget. Maafin kalau agak lebay. Peace.

First, gimana caranya buat jadi sponsor di Google Cloud Summit?
Gini, Google mungkin awalnya nyari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang cloud atau teknologi atau online platform atau ya pokoknya related. Kemudian kalau mau jadi sponsor, yaudah tinggal bayar dan ikutin all the instructions. FYI sebelumnya Google Cloud Summit udah pernah dilakuin di Singapore, India, Toronto, Munich, Sao Paolo, dan lain-lain. Kebetulan, tahun ini saya berkesempatan buat ikut yang di Jakarta. Ehe, di mana pentingnya sih dua kalimat barusan? Ah yaudalah lanjut.

Trus, apa aja emang syarat yang harus dipenuhi buat jadi sponsor Google Cloud Summit?
Wah buanyak bangets! Yang pertama adalah tim. Tim yang mau ngurusin event ginian. Mulai dari mentelengin tiap ada update tentang Google Cloud Summit sampai dengan ngurusin segala tetek-bengek-nya. Saya ada di EIKON Technology, saya ditunjuk jadi bagian dari tim bersama dua-tiga rekan saya. Tim ini penting banget, karena bagi saya bakal kuwalahan kalau digarap sendirian.

Selain tim dan dana, artworks juga harus disiapin. Serius ini istilahnya artworks ya, Google sendiri yang bikin blekethekan ini dengan istilah artworks. Ada mulai dari backdrop, email blast, slide, dan perintilan kecil yang tergantung kamu atau perusahaan kamu pengin ada atau enggak semacem booklet, name cards, voucher, photo attribute, sampai uniform. Yang harus digarisbawahi di sini adalah, nggak semua desain bakal diterima gitu aja sama Google. Google bener-bener filtering desain apalagi soal teksnya. And we've to deal with teks yang layak jual versi Google buat 'diiklankan' di Google Cloud Summit. List buat di name badges kayak gini juga mesti disiapin:


google cloud summit jakarta 2017

Terus juga palingan equipment standar buat demo produk semacem chrome books, chrome box, lengkap sampai webcam, VR, speaker, kabel rol, dan lain-lain. Di mana-mana pra event ini bener-bener ribet. Curhat dikit, saya aja sampai musti ninggalin beberapa kerjaan Digital Marketing buat beralih ke Event Officer. Bersyukur, karena saya punya tim yang siap direcokin kapanpun, bahkan pernah saya gupuhin seisi kantor, heboh banget padahal cuma dikejar deadline, bukan dikejar calon mertua suruh buru nikah. Wkwk. Thanks, team!

Oh ya, selama pra event juga harus update sama perkembangan terkini, ikutan webinar, tanya-tanya ke panitia pusat, wes pokoknya harus aktif gitu. Aktif juga kepoin siapa aja sponsor lainnya, berapa pesertanya, berapa referral yang register, et cetera. Setelah semua ready, biasanya ya tinggal nyiapin buat berangkat ke tempat tujuan. Cari hotel, tiket pesawat, dan yaa... standar.

Google Cloud Summit-day, gimana tuh acaranya?
Kweren! Serius saya hampir aja ngerasa orang paling udik sedunia. Hal yang paling keren bagi saya tuh apa ya, orang-orangnya kali ya. Kok bisa sih Google ngumpulin orang-orang ini? Ada lebih dari 2000 orang dan banyak diantara mereka bertitel CEO, CTO, CIO, IT Head, Manager, dan jabatan cihuy lainnya. I just feel amazed. Oh jadi gini rasanya ada di tengah-tengah orang-orang yang katanya 'udah jadi orang'? Uhuk.

Saya nggak bisa detail beberin rundown, kerjaan saya di sana ya networking, ya jualan, ya jelasin kalau ada yang nanya (kalau nggak tanya juga tetep saya jelasin sih), ya nyegerin mata, ya cari-cari bule yang agak masih muda (walaupun ujungnya nggak nemu), ya foto-foto, dan bagian terhepi adalah saya berkuliner!

google cloud summit jakarta 2017

google cloud summit jakarta 2017

eikon google cloud summit jakarta

Dalam sehari, sudah lebih dari 15 piring yang sempat saya pegang dengan hidangan berbeda di tiap piring! Mulai dari samosa, sushi, cookies, kebab, nasi, wedges potatoes, duh banyak lah. Kemaruk? No! Emang gitu sebaiknya, dikit-dikit tapi semua diicipin. Ehe. Jadi exhibitor meskipun nggak sempet masuk ke dalam area seminar juga tetep seneng, saya nggak perlu antri buat ngedapetin makanan. Ha ha ha.

Apakah saya kehilangan ilmunya karena saya nggak ikut seminarnya? Jelas enggak. Buanyak banget yang saya dapet dari event ini. Jalan-jalan, networking, sok kenal sama orang, ngobrol, tanya-tanya, bikin saya dapet banyak ilmu yang mungkin nggak kalah oke sama yang didapetin di dalem seminar Google Cloud Platform. Penting, speaking good at english is a mandatory. You don't have any idea kalau tiba-tiba diajak ngobrol dan gagap dan nggak nyambung, uh jangan sampai!

Overall, rasanya jadi sponsor di Google Cloud Summit itu sedikit lelah banyak senengnya. Ehe. Semoga kamu nggak menanggap ini adalah postingan yang congkak ya, saya cuma pengin berbagi informasi sedikit. Barangkali membantu, ya Alhamdulillah. Itu aja kali ya yang bisa saya share. Kalau belum puas sama penjelasan saya di sini, boleh banget drop pertanyaan langsung di arumnian@gmail.com. Danke!

No comments:

Post a Comment