Lha, Gelar S.I.Kom Buat Apa?

cils kompre

Lagi scrolling Instagram, kemudian nemu banyak postingan dengan momen wisuda. Baper dikit. Langsung scrolling Tumblr lawas saya. Dulu, sering banget spam di Tumblr tentang momen-momen skripsi. Dari penentuan tema, judul, judreknya nulis skripsi, sampai akhirnya diwisuda. Sebuah momen yang mulanya nampak impossible bagi mahasiswi mediocre macem saya.

Something distract me dari rasa kangen pada masa-masa itu. Yap, saya masih, sedang, dan mungkin akan terus dihadapkan dengan pertanyaan yang pernah dilontarkan pada beberapa orang terhadap saya. Serius, saya sampai lupa siapa saja yang sudah menanyai saya dengan pertanyaan yang saya jadikan judul di postingan ini. 

"Lha, Gelar S.I.Kom Buat Apa?"
Pertanyaan ini mungkin ada lantaran profesi pekerjaan saya saat ini agaknya mulai melenceng dari pekerjaan para lulusan Ilmu Komunikasi pada umumnya. FYI, I'm a newbie Digital Marketing. Memang, Digital Marketing belum masuk di kurikulum waktu saya masih duduk di bangku kuliah dulu. Adanya materi kuliah tentang Cyber Branding, itupun nggak jadi satu mata kuliah tersendiri, cuma merupakan satu subbab yang dibahas di satu pertemuan di mata kuliah Strategi Branding. Itupun mata kuliah peminatan. Jadi, nggak semua yang bergelar S.I.Kom dari kampus saya punya bekal tentang blekethekan ini.

OOT bentar. Di materi kuliah saya istilahnya Cyber Branding. Sekarang, lebih dikenal dengan istilah Digital Marketing. Meskipun actually, branding dan marketing adalah dua konsep yang berbeda, but hm ya, whatever you name it.

Berbekal satu pertemuan ini, saya beranikan diri mengambil tema skripsi tentang Cyber Branding. Alih-alih suka dengan hal-hal berbau cyber dan branding, saya justru dipertemukan dengan referensi yang minim. Mampus! Di Indonesia, tema ini belum pernah diangkat sebelumnya baik di jurusan Ilmu Komunikasi, Manajemen, atau IT. Ini ciyus lho ya, boleh divalidasi ke dosen pembimbing saya yang ikut kelimpungan nyari bahan rujukan.

Skripsi nggak segampang yang para motivator dendangkan, karena kalau gampang namanya mencintaimu, bukan garap skripsi. Heleh.
Singkat cerita, saya berhasil mempresentasikan tentang Cyber Branding di depan para penguji pada 5 Desember 2016, diproklamirkan lulus, disahkan dalam yudisium pada 22 Desember 2016, dan puncaknya, disyukuri dalam wisuda pada 11 Februari 2017.
Eh. Saya bukan antek-antek Bastian-nya Bintang di sitkom Tetangga Masa Gitu, tapi entahlah, saya bisa hafal tanggal-tanggal itu di luar kepala.

"Hell yeah, terus ngapain dulu capek-capek kuliah Ilmu Komunikasi dan sekarang capek-capek-an lagi belajar Digital Marketing?"
To be honest, saya nggak secapek itu kuliah Ilmu Komunikasi. Dan sekarang, nggak secapek itu juga belajar Digital Marketing. Cuma, harus saya akui ya emang su to the sah. Susah. Aduduh, dibandingin temen-temen sejawat yang bertitel Digital Marketing, saya ngerasa saya ini orang paling udik sedunia.

Boro-boro mau jadi sekelas Neil Patel atau Brian Dean. Naikin traffic aja masih ngos-ngos-an. Optimasi SEO cuma bisa on page, itupun ecek-ecek. AHrefs, MOZ, PPC, CPM, apa-apaan semua ini. Setahun lebih saya bergelut di bidang Digital Marketing, saya masih ngerasa abal-abal.

Nggak semua orang berani punya mimpi besar, berani punya cita-cita tinggi. Maka sekalipun itu cuma mimpi, bersyukurlah. Setidaknya kamu pernah berjuang sekurang-kurangnya untuk menggapai mimpimu itu, walaupun kecil sekali presentase mendapatkannya. 

Udah 2018 nih, masa iya saya cupunya terusan? Naudzubillah lah ya. Saya bergumam dalam hati, "Gimana ya biar bisa jadi Digital Marketing Rockstar?"
Mungkin, pertanyaan ini yang sekaligus menjadi resolusi 2018 saya—yang notabene hanya meneruskan resolusi dari 2016 dan 2017. Ah, tapi apalah saya, pengin doang nggak diiringi sama belajar Digital Marketing ya piye.
Hm, apa saya harus ikutan kursus Digital Marketing kali ya? Tapi... tapi...


kursus digital marketing dumet school

Well, we'll see. Karena kamu sudah baca sampai di kata ini, berarti willy nilly kamu musti ikutan mengamini harapan saya ini. Deal?
Mari sejenak tundukkan kepala dan berdoa, semoga resolusi saya di 2018jadi Digital Marketing Rockstar—bisa terwujud. Aamiinn. Al-Fatihah... (ndungo he, ndungo! ojo cengengesan!)

Cuma doa yang bisa mengetuk pintu langit, saya khusnudzan pasti kamu ikhlas mendoakan saya. Hehe. Terima kasih ya, Kamu❤

ps: featured images adalah Laily dan Bela yang sedang nungguin saya kelar sidang sembari memegang kado kelulusan untuk saya. Sengaja nggak pasang muka sendiri di featured images karena... isin atuuu isin isin isin auwisin~

8 comments: