Efek Samping Mendewasa

kacamata renang

Halo, Kamu. Thanks for always getting update with this fucking kece blog. Yang padahal ya kamu enggak bakal update kalau saya enggak share di media sosial, ngasih tau kalau ini update. Hehe, ya kan? Pfft. Semoga kamu bilang enggak, biar saya seneng.

K. Kali ini saya mau nulis awur-awuran. Saya ini sok-sok-an. Padahal di circle terdekat saya, seringkali saya doang yang dianggap paling belum dewasa. Tapi ya, kita berrotasi, kita bermigrasi, berrevolusi, menua, mendewasa, dan setiap orang punya kedewasaannya masing-masing. Tulisan ini di-trigger sama statusnya Kegoblogan kapan hari. Begini:




Uhuk, padahal pemikiran saya jauh ke belakang btw. Langsung aja ya, saya bikin listicle aja biar kayak bukan curhatan. Hehe, iyain aja.


❣❣❣

4 Efek Samping Mendewasa...

...versi saya.

1. Pertemanan makin sempit

As we grow up, we realize it become less important to have more friends and more important to have real ones.
Studi kasusnya saya ambil dari pengalaman pribadi nih. Gini, dari 35+ grup yang saya join di LINE dan WhatsApp, palingan yang aktif dan lumay intens tuh enggak lebih dari 10. Dibandingin dulu pas SD, SMP, SMA, Kuliah, makin ke sini makin ngerasa kalau temen saya ya itu-itu. And we tend to keep the bound strong and stronger. Kamu, gitu juga enggak? 

2. Udah jarang nongkrong

Dalam proses mendewasa, kita akan mengalami yang namanya krisis waktu. Susah banget punya leisure. Sekalinya punya, seperti mending buat tidur, istirahat, atau ya, personal treatment yang lain. Efek sampingnya, jadi jarang nongkrong sama temen-temen yang dulunya sering nongkrong. Kita sudah sibuk di urusan masing-masing, and that's totally okay. Jadi jarang enggak pernah renang padahal dulunya renang itu rutin, and I do miss that phase so I featured my swimming goggles on this post.

Aprodite adalah salah satu circle saya yang dulunya hampir tiap hari main dan sekarang jadi cuma setahun sekali. Di nongkrong terakhir bareng Aprodite, saya jadi kenal apa itu Flip. HEHE, adalah salah satu circle saya yang juga dulunya hampir tiap hari nongkrong. Lebih tepatnya, nongkrong berkedok kerja kelompok. Terakhir di Januari 2018 kemarin, 4 dari 8 kami bisa meluangkan waktu buat ke The Arbanat.

3. Get happy over things easily 


Gampang bahagia pada hal-hal receh. Ini sih entah saya yang receh, saya yang kurang hiburan, atau apaan. Contohnya banyak sih. Mungkin kamu juga pernah. Gampang ngakak sama hal-hal receh. Tulisan singkat dari statusnya temen, bacain kolom komentar dan nemu komentar aneh-anehnya netizen, video sepersekian detik yang sebenernya jayus tapi kamu ketawa, and so on.

Kalau saya sih, dapet notif dari kamu aja juga udah senengnya luar biasa. Ehe.

4. Merasa belum dewasa

Subjektif ya ini. Saya enggak tahu ini berlaku di kamu juga apa enggak. Keempat poin ini berlaku di kamu juga apa enggak, saya enggak tahu. Mungkin, efek samping mendewasa versi saya adalah ya, merasa belum dewasa. Duh gimana, susah njelasinnya sih ini.


❣❣❣

Gitu dulu aja wes ya. Sebenernya banyak yang mau saya tulis tapi banyak juga pekerjaan yang harus saya selesaikan. Mon maap. Saya tutup pakai pantun ya, biar kayak Pesbukers.

Kalau ada sumur di ladang,
Bolehlah saya menumpang mandi.
Kalau ada kamar mandi yang ada heater-nya, bathtub-nya, dan kamunya,
Yaaa mending saya mandi di situ.

Hm lho kan mendewasa kan. Sudah ya, sekian terima kasih.

No comments:

Post a Comment