Kamu di sini aja ya?

burung faber castle

Pintanya.
"Hehe"
Candaku.

Iya. Jelas. Aku cuma bercanda.
Mana mungkin aku mau di sini.
Apalagi, bersamanya.
No. Sudah cukup, batinku.

Memprediksi masa depan bukan ahliku.
Memutuskan untuk pergi, memang masih menjadi raguku.
Namun untuk menetap, tanda tanya.
?

Aku, mencoba. Menelusuri apa yang membuatku ingin berhenti.
Rasa-rasanya, aku cukup sakit hati atas perlakuannya kapan hari.
Di belakangku. Ya, di belakangku.

Aku diam.
Biar.
Biar waktu, mulanya.

Tapi aku, mana tahan.
Aku dudukkan kami.
Dia, memang sudah duduk sih.
Aku, baru saja.

Ceritaku kuceritakan.
Panjang.
Lebar.
Bisa jadi, ini adalah percakapan terlama diantaraku dan dia.

"I'm done with you"
"Why?"
"I just... done"
"Tell me"

Dia berbenah sikap.
Menunjukkan ekspresi dan tingkah sopannya.
Fokus, padaku.
Dianggukkan kepalanya, sambil ber-ehem, "hmm.."
Sesekali juga mengernyitkan dahi.
Sendakep. Menutup mulut. Menghadap bawah. Kosong. Heran. Unbelieving. 
Dan beberapa bahasa nonverbal lain yang aku tidak paham.

Sampai pada akhirnya...

"Enough, my mistakes..."
"Hm, I'm not going to blame you, but..."
"Ss...stay with me"
"Let me go..."
"Please, stay..."
"Please?"

Hari itu,
Hanya ada satu kata di kepalaku: Gantung.

Sejak saat itu.
Hampir setengah bulan kami berjarak.
Memang dekat, hanya tidak bercakap.

"Aku mau bicara", mulainya.
"Iya?"

Basa-basi.
Basi.
Seperti sesosok yang seolah belum kenal saja.

Ujungnya, aku tetap membahas itu.
Mengingatkannya kalau aku...

"I'm done...let me..."
"Kamu, di sini aja ya?"

Pintanya.
"Hehe"
Candaku.


❣❣❣

Surabaya, February 1st 2018. It's been a long time since the last fiction labels. Hfft, I'm bad at fiction.

2 comments: