Agustus Februari, Sebuah Serba-Serbi

agustus februari

Tulisan ini adalah secuil-cuil cerita yang sebagian besar di-copast langsung dari notes saya pada tanggal-tanggal tertentu. Ibarat film, ini semacam omnibus. Apa ya istilahnya kalau bikin tulisan model gini tuh? Aduh, belum ngerti e.

Mungkin, sebaiknya kamu skip aja meskipun saya suruh kamu untuk baca ini. Bukan apa-apa, ini tuh terlalu curhat. Kamu pasti bakal bosen. 

Eh lho, kok masih di sini? Nggak nurut sama saya? Yaudah kalau mau baca juga enggak apa-apa. Saya malah seneng kalau blog ini dwell time-nya oke. Wkwk.

❣❣❣

Akhirnya, merantau!

See you on Monday, Arum.
Interview yang berlangsung sekitar seperempat jam ditutup dengan kalimat tersebut. Alhamdulillah, akhirnya ada juga ya kantor yang mau khilaf nerima saya. Tujuan saya waktu itu cuma satu: saya pengin merantau. Udah. Soal yang lain-lain masih dikesampingkan.

❣❣❣

Ei, kantor kedua dalam hidup.

foto-foto awal masuk eikon

teman-teman di eikon

eikon 10th anniversary

eikon year end gathering

last day di eikon

Sebenernya buanyak yang pengin saya ceritakan tentang Ei. Tapi ya, enggak semua harus diceritakan. I think i'm the lucky one, masuk pas kantor ini sedang asyik-asyiknya. Weekly meeting. Google Cloud Summit. BirthdayGrup WhatsApp. Shalat berjamaah sekantor. Year-end gathering. Dan, morning briefing. Setidaknya itulah yang beberapa di antaranya, baru ada waktu saya ada. Bukan sombong lho ini, cuma congkak. Pft-_-

Dikelilingi sama orang-orang pinter bikin saya makin minder. Apaan nih PPC. Build, deploy, debug. Renewal and add-on. Drupal. Azure, Freshdesk, BetterCloud, dan produk cloud computing lainnya. Pokok, saya lumayan banyak mengantongi istilah-istilah teknologi yang sebelumnya asing. At least, tahu maksudnya gombalan "You're the CSS to my HTML"
Arum, kantor baru kan cuma lima menit. Kamu kerja di sana, tapi pas waktunya shalat, ke sini.
Bikin mewek kalimat ini tuh. Beneran. Ah, makasih udah termehek-mehek dalam farewell ala-ala hari ini ya, Gengs. See you in kondangan. See you in buber kalau ada. See you in jannah, inshaAllah.

❣❣❣

Pekerja Teks Komersial

Writer (n). a peculiar organism that feel writing is arduous things to do than normals.
Mendeklarasikan diri sebagai pekerja teks komersial. Mencoba peruntungan untuk menjadi freelance content writer juga dimulai di masa-masa ini. Seneng aja gitu rasanya bisa converting words into money. Ho iya, punya domain sendiri juga termasuk salah satu life achievement versi saya. Sebab dengan gitu, saya jadi agak PD buat berekspresi di ranah online.

Tertarik ngincipin jasa tulis saya?
Kontak saya via email ya. Yang bener emailnya, jangan modus tapi.

❣❣❣

Anak kost.

Kos pertama. Malam ini. 10.29.
Satu-satunya hal yang paling tetap adalah perubahan
Sudah selesai packing, sudah daritadi malah. Packing-nya sebentar, yang lama itu ngumpulin niatnya. Pas udah kelar semua, baru kerasa sedihnya. Baru keinget sama resolusi 2017 saya yang hanya terdiri dari tiga kata: jadi anak kos.

Dan, kos pertama ini akan segera saya tinggalkan. Banyak cerita. Banyak kenangan. Berkesan. Dan pasti, enggak bakal dilupain.

Saya masih ingat. Bahagianya punya kamar luas. Bahagianya punya kosan pertama tanpa jam malam. Bahagianya punya kos yang cuma beberapa langkah kaki buat ke masjid dan pasar tradisional. 1 km dari pom bensin. Laper enggak perlu bingung, keluar perumahan, kanan kiri lurus udah buanyak banget warung. Kosan bebas las vegas. Memang campur cowok cewek, tapi cowok enggak ada akses ke kosan cewek and vice versa, bukan model share house yang langsung sebelahan kamar sama lawan jenis.

Kosan dengan ibu kos dan keluarga pemilik yang super duper baik, dari kasih sarapan, takjil, sampai obat kalau sakit. Kosan yang enggak terlihat kosan. Enak gini, biar oknum curanmor enggak pada ngeh. Kosan yang langsung berhadapan sama pos satpam. Kosan yang 10 menit dari kantor‒kalau enggak leren menggok dan berangkat di atas 07.30 si.

Kosan yang kamar mandinya pink. Gordennya pink. Penebahnya pink. Kasurnya pink. Praktis, saya tinggal melengkapinya dengan pernak-pernik hello kitty biar semakin kyut. 

Saya enggak punya pengalaman gimana rasanya punya temen kos. Karena kami di sini masing-masingnya menjadi individualis, termasuk saya. Satu pun temen kosan enggak ada yang saya punya kontaknya. Bahkan, mungkin mereka enggak ada yang tahu nama saya. Hehe. It's okay. Salah saya juga yang sok sibuk, yang menjadikan kosan hanya sebagai tempat tidur semata. Bukan tempat bersosial.

langit depan kosan

Banyak baiknya kosan ini mah. Minusnya cuma ada di diri saya, minusnya bukan dari kosan ini, tapi dari saya sendiri yang enggak bisa memerangi katsaridaphobia.
I know, bukan berarti di kosan baru saya enggak akan memerangi katsaridaphobia. Tapi ya, coba aja dulu, siapa tahu, lebih berani. Atau siapa tahu, lebih jarang berurusan dengan itu. Aamiin!

Oh iya satu lagi. Kosan ini tuh deket banget sama... ah sudahlah.
Pokoknya, selama di sini, I'm happy. 

Ah. Kosan ini. Masih betah, tapi mau enggak mau saya harus pindah. Saya sendiri yang memilih. Ya, gimana. Susah lawan menetap. Kata filsuf, yang paling tetap adalah perubahan. Kata Maroon 5, it hurts but it may be the only way.

Semoga, pengganti saya yang menempati kamar paling pojok belakang, akan tetap bisa menjaga kebersihan dan keharuman kamar ini. Baik-baik ya, my very first kost-an. Duh, kok sedih ya.

❣❣❣
Bukan tentang seberapa lama kamu hadir tapi tentang seberapa besar makna hadirmu.  
Sebuah serba-serbi Agustus Februari ini juga diramaikan dengan safari kuliner yang sebelumnya belum pernah. Kreco. Roti bakar hitam. Inul Cakes & Pastry. Apalagi ya, banyak i lho sebenernya. Tapi, lupa. Mau cerita juga tentang something. Tapi, malu. Mau cerita juga tentang asmara. Tapi, enggak ada cerita. 

Anyway, makasih buat kamu yang udah mau baca sampai di paragraf ini. Sering-sering lho berkunjung ke blog kece ini. Kalau perlu, bookmarks-in! Hehe.

Bye!

No comments:

Post a Comment