Hasil dari Tes Psikologi Online

F5


Saya sedang sedikit bosan. Iya, sedikit. Kalau banyak namanya rindu, kata Payung Teduh.
Bosan saya dengan rutinitas pekerjaan yang mana saya mulai merasa "ah, gampang"
Bosan saya karena ada satu tugas pekerjaan yang hilang, dikarenakan memang sudah selesai dan belum mulai lagi yang baru.
Singkat kata, memang agak nganggur.

Saya bosan nganggur? Mungkin.
Saya tuh orangnya nggak bisa nganggur!! Oke, keluhan ini adalah informasi nggak penting.

Padahal kerjaan numpuk.
Hari ini juga masih jauh dari target.
Tapi udah sok-sok-an ngerasa nganggur mentang-mentang ada satu tugas yang hilang.

Mikirlah saya, "enaknya ngapain ya?"
"Enaknya ngapain" versi saya ini sifatnya amat sangat terbatas.
Saya nggak bisa ngapa-ngapain yang kayak nguapain gitu karena saya sedang duduk di kursi.
Dan akan terus duduk di kursi selama beberapa jam ke depan.
"Enaknya ngapain" ini adalah kegiatan yang bisa dilakukan di depan PC, di atas kursi.

And here's a things that I did, belum semua sih.


1. Baca-baca berita.

Rasa-rasanya saya nggak pernah melewatkan hari kerja tanpa membuka news.google.co.id.
Btw kalau kamu punya rekomendasi situs berita yang update, boleh banget saya dikasih tahu ya!

2. Dengerin Youtube.

Beneran cuma dengerin, nggak bisa nonton, karena masih jam kerja.

3. Baca-baca status Facebook orang.

Om Budiman Hakim, salah satu favorit saya.

4. Main Parampaa.

Kemudian bosan lagi karena bolak-balik saya googling triknya. Yup, saya males mikir panjang.

5. Baca-baca blog orang.

Shitlicious, salah satu favorit saya.

6. Nah ini. Ini yang juuuuuuuarang banget, malah hampir nggak pernah saya lakukan:

tes psikologi online.


Entah kenapa, iseng banget gabut sampai kepikiran begitu.
Saya ikuti beberapa tes dari beberapa situs.
Saya nggak peduli sama hasil tesnya, plegmatis kek, steadiness kek, dan lain-lain.
Saya cukup tahu betul akan karakter saya.
Saya nggak butuh tahu lagi lebih dalam. Lebih tepatnya, belum.

Ada satu hal dari tes itu yang kemudian membuat saya mikir.
Ada pertanyaan gini, "Apakah kamu senang?"
Ya saya jawab: Ya iyalah saya senang.
Diam saya beberapa detik kemudian.
Nggak tahu ding, bohong mungkin, kan, saya lagi bosan.

"Apakah kamu senang?"
Kenapa banget coba pertanyaan ini dipertanyakan?
Apa yang membuat rasa senang i matters?
Seperti pertanyaan, "Sudah bahagia hari ini?", "Sudah senyum hari ini?"
Pertanyaan yang kayaknya "apa sih"
Tapi ini tadi, hati kecil (ceilah hati kecil) saya bilang: so far not yet. Hari ini B aja.

Kemudian, saya mulai cari cara buat senang, serius, saya termotivasi dari pertanyaan itu tadi.
Ya senang sedikit lah ya, mulai cari cara buat menghindari jenuh.
Saya baca-baca banyak lagi. Baca-baca tulisan lagi.
Mulai yang berbobot seperti bencana KM Sinar Bangun, sudut pandang orang tentang apa kek, sampai yang apa deh seperti lihat website-nya Fifa untuk sekedar tahu skor sementara, dan baca-baca artikel hiburan lainnya.

Sampai pada akhirnya, menulis ini.
Update blog kece ini lagi setelah sekian lama.
Ya walaupun update-an-nya nggak penting-penting amat.
Ini sudah cukup membuat saya senang.
Penting ternyata, untuk sekedar merasa "Saya senang hari ini".

"Every day may not be good, but there is something good in every day"

Yak tul. I completely agree.
Temuin good-nya hari ini.
Biar nanti malem sebelum tidur bisa bersyukur atas hal-hal kecil yang terjadi di hari ini.
Ya gitu lah pokoknya, simple tapi past tense.

Akhirul kata,
Jangan lupa senang ya, at least, hari ini.😉


ps: if you're about getting bored, just press F5 to your mind

No comments:

Post a Comment