Shinichi, Ran, dan Aoyama Gosho

Ran Shinichi Wallpaper Laptop
Uh. Udah 2019 aja sekarang. Kerasa kok, kerasa.
Saya udah lama nggak nge-blog. Bukan berarti saya lama nggak nulis. Saya tetep nulis kok. Nulis catetan. Catetan utang. Wkwk nggak lucu.

Di smartphone saya ada fitur namanya "Notes".
Apapun handphone-nya, fitur ini yang menurut saya paling sering saya gunakan. Maklum, kadang saya suka lupa. Jadi musti ditulis. Termasuk bikin blog, adalah sarana rekreasi masa depan.
Barangkali, di masa depan saya udah lupa hal-hal lucu (dan jayus) apa yang pernah saya alami.

Kembali ke fitur Notes. Ada satu catatan yang dari setahun belakangan nggak segera saya hapus. Malah, hampir selalu saya update.
Judulnya Conan. Judulnya kasih pakai bold.
Hingga tulisan ini terbit ke blog, isi notes itu begini:


notes di hp

Bicara soal Conan di notes itu, sejak kecil saya tu emang suka nonton Conan. Di Indosiar dulu. Nah, sejak tahun 2017, saya mulai aktif lagi nonton serial Conan dari episode 1.
Sekarang udah ngeh kan, notes saya maksudnya apa?
Yup. Episode terakhir yang saya tonton adalah 478. Berarti next saya nonton yang ke-479, 480, 481, dan seterusnya.
Conan The Movie juga saya nggak pernah absen.
Saya udah tonton semua. Meskipun, saya belum pernah sama sekali nonton Conan di bioskop. Lah gimana, adanya cuma di CGV di Marvel. Waktu udah hobi lagi buat nonton dulu, saya belum di Surabaya. Waktu sekarang udah nge-kost di Surabaya, saya tetep aja nggak sempet ke bioskop. Ehm. Nggak sempet apa nggak ada duit ya waktu itu? Lupa ding.
Saya nggak meluangkan uang bukan berarti saya nggak suka Conan. Saya nggak baca komiknya juga bukan berarti saya nggak suka Conan.
Itu berlaku pula pada Hello Kitty --yang akan saya bahas di tulisan terpisah (nanti kalau nggak lupa).
Saya tuh suka. Tapi nggak yang sampe ngefans buanget nget nget nget gitu. Ya, biasa aja.

Kalau ditanya kisah cinta fiktif yang paling saya suka. Jawaban saya selalu Ran dan Sinichi.
Ini yang sebenernya mau saya ceritakan.
Jadi daritadi tu masih intro, teman-teman. Bersabarlah.

Sinichi Kudo lewat Conan Edogawa

Sukaaaa banget sama Sinichi, lewat Conan. Ya Sinichi, ya Conan. Cara Sinichi jagain Ran; nggak banyak omong tapi aksi. Sinichi yang selalu khawatir kalau ada apa-apa sama Ran; cuek padahal selalu mikirin. Romantis dan gemeternya Sinichi di momen-momen bareng Ran; feeling mencintai-nya tuh greget banget. Dan jijik Sinichi kalau ngomongin kata-kata cinta yang romantis; no offense he just cute to the fullest!
Sebagai fictional character, Sinichi tu sempurna menurut saya.

Kalau soal pinter, cerdas, banyak tahu, banyak wawasan, cerdik, itu tentang Aoyama Gosho-nya. Yang begitu mah nonfiksi juga banyak. Tapi yang saya highlight adalah Sinichi dengan karakternya sebagai pasangannya Ran.
Duh. Pokoknya the way Sinichi loves Ran tuh bener-bener gemesh dan juara. Saya nggak berharap karakter Sinichi ini nyata. Soalnya nanti kisah cinta saya jadi terlalu sempurna gitu nggak ada gronjal-gronjalnya. Wkw apasih?

Perempuan jomblo mana yang lebih sabar dari Ran Mouri?

Next, saya juga banget sama Ran. Terutama sabarnya.
Bayangin. Seandainya love story Sinichi dan Ran ini nyata (nggak mungkin juga sih, emang ada obat APTX44889?) mana ada atuh yang mau di-php Sinichi?
Iyasih Sinichi selalu ada buat Ran, tapi di mata Ran cuma virtual. Via phone.
Sinichi mau balik katanya. Tapi kapan?
Ran cantik. Jago karate. Banyak yang suka.
Kalau Ran ganjen, dia bisa aja jalan sama cowok lain.
Tapi Ran setia, dan sabar.
That's the things that I love from Ran.
Plot twist buat Ran yang saya suka: orang yang selama ini kamu cari-cari itu ya yang selalu ada sama kamu.

Otak dan hati Aoyama Gosho

Gila jempol empat sih buat Aoyama Gosho.
Buat cerita detektifnya --karena saya suka detektif.
Dan buat love story Sinichi dan Ran-nya. Yang mana tiap ada episode yang nyeritain tentang Sinichi Ran, saya lebih fokus dan penasaran ke cerita mereka berdua. Dibanding penyelesaian kasusnya.

Otak dan hatinya Aoyama Gosho terbuat dari apa? Bisa keren gitu sih bikin cerita. Saya penggemarnya. Saya penggemar orang-orang behind-the-scene. BTS People adalah forever pekerjaan mulia. Setidaknya versi saya. Hehe.



Eh sudahlah. Segini dulu ceritanya. Yang tadinya lagi bulutangkis sudah datang. Kiw.
Segini dulu obrolan nggak penting yang sebenernya cuma biar blog ini nggak usang-usang banget.
Semoga saya bisa nulis yang lebih penting lagi di lain waktu.
Ciao.
Surabaya. 8 Januari 2019.

Spoiler: Episode 479 durasinya sejam lebih. Ada Hattori Heiji. Harus ditonton dalam 2 hari di jam istirahat kantor.

No comments:

Post a Comment